Pengertian Hiperinflasi, Dampak, dan Penyebabnya

Ilustrasi(shutterstock.com)

Penulis Mutia Fauzia | Editor Mutia Fauzia

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa negara di dunia kini sedang dihadapkan pada ancaman hiperinflasi. Sebenarnya apa itu hiperinflasi dan bagaimana dampaknya ke perekonomian sebuah negara? Dilansir dari Investopedia, hiperinflasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kenaikan harga-harga yang terjadi secara cepat dan tidak terkendali di sebuah perekonomian. Bila inflasi adalah perhitungan untuk mengukur kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, hiperinflasi adalah inflasi yang terjadi secara cepat, biasanya hiperinflasi terjadi nila kenaikan harga mencapai 50 persen dalam waktu satu bulan.

Pengertian Hiperinflasi

Seperti dijelaskan sebelumnya, hiperinflasi adalah kenaikan harga komoditas, barang, dan jasa yang terjadi lebih dari 50 persen dalam satu bulan pada periode waktu tertentu. Hiperinflasi membuat konsumen dan pelaku usaha memerlukan lebih banyak uang untuk membeli produk atau kebutuhan sehari-sehari karena terjadi kenaikan harga-harga. Untuk inflasi normal, biasanya menunjukkan perhitungan kenaikan harga-harga yang dilakukan secara bulanan. Sementara untuk hiperinflasi, perhitungannya dilakukan dari hari ke hari. Karena, pada hiperinflasi, kenaikan harga dalam satu hari bisa mencapai 5 persen hingga 10 persen. Hiperinflasi terjadi bila tingkat inflasi dalam satu bulan bisa mencapai lebih dari 50 persen pada periode waktu tertentu.

Dampak Hiperinflasi ke Perekonomian

Sebenarnya apa yang terjadi ke perekonomian sebuah negara bila terjadi inflasi? Hiperinflasi bisa menyebabkan beberapa konsekuensi terhadap perekonomian sebuah negara. Bila pada kondisi ekonomi normal kenaikan harga terjadi bersamaan dengan kenaikan upah pekerja, hal serupa tak terjadi ketika sebuah negara dihadapkan pada hoperinflasi. Ketika harga-harga mengalami kenaikan yang terjadi secara pesat dan tak terkendali, maka uang tunai, atau jumlah tabungan di bank akan mengalami penurunan dari sisi nilai. Selain itu, uang tunai bisa jadi menjadi tak memiliki nilai kerena uang kian berkurang daya belinya. Hal ini juga menyebabkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang menjadi tak terkendali. Misalnya saja, terjadi penjarahan di toko atau pasar karena masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya. Kondisi hiperinflasi juga bisa menjadi faktor kebangkrutan terjadi di sektor finansial. Pasalnya, orang menjadi kehilangan kemampuan untuk menabung. Pendapatan negara yang bersumber dari pajak juga bisa mengalami penurunan bila konsumen dan pelaku usaha tak bisa membayar kewajiban perpajakannya. Dengan demikian, kemampuan negara untuk memenuhi kebutuhan dasar warganya juga kian terbatas.

Penyebab Hiperinflasi

Lalu, apa yang menyebabkan hiperinflasi terjadi di sebuah negara? Hiperinflasi terjadi bila sebuah negara mengalami gejolak di dalam perekonomiannya. Tak hanya mengalami resesi, atau yang pengertian teknisnya berarti pertumbuhan ekonomi minus selama tiga kuartal berturut-turut, hiperinflasi terjadi di sebuah negara dengan ekonomi yang mengalami depresi. Artinya, kondisi kinerja perekonomian telah mengalami minus dalam periode waktu yang berkepanjangan. Biasanya, depresi terjadi ketika kinerja perekonomian minus dalam periode waktu hingga bertahun lamanya. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan angka pengangguran yang tinggi, terjadi kebangkrutan masal, kinerja produksi rendah, dan permintaan kredit yang terbatas. Biasanya, bank sentral akan melakukan respon kebijakan dengan menambah suplai uang di pasar. Sehingga, bank memiliki kemampuan untuk menyetorkan kredit dan masyarakat serta dunia usaha pun memiliki kemampuan untuk membelanjakan uang serta investasi. Namun demikian, bila pencetakan yang tersebut tak didukung oleh pertumbuhan ekonomi, maka hiperinflasi bakal terjadi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pengertian Hiperinflasi, Dampak, dan Penyebabnya”, Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/10/25/101714926/pengertian-hiperinflasi-dampak-dan-penyebabnya?page=all#page2.
Penulis : Mutia Fauzia
Editor : Mutia Fauzia

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Translate »

Tender Offer

A tender offer is a bid to purchase some or all of a corporation’s shareholders’ stock. Tender offers are typically made publicly and invite shareholders to sell their shares for a specified price within a particular time window.

Cash Dividend

The cash dividend is part of the Company’s profit distributed to shareholders in cash.

Stock Dividend

Stock dividend is the allocation of company profits in additional shares.

Stock Split

A stock split is when a company divides the existing shares of its stock into multiple new shares to boost the stock’s liquidity.

Capital Placement without Pre-emptive Right

Capital Placement without Pre-emptive Rights (PMTHMETD) is the issuance of new shares through a private placement to selected investors.

Right Issue

Right issue or Preemptive Rights (HMETD) is the right for old shareholders to buy new stocks by the issuer.

Bonus Stock

Bonus Stocks are shares distributed free of charge to shareholders based on the number of shares owned.

The General Meeting of Shareholders (GMS)

The General Meeting of Shareholders (GMS) is a forum for shareholders to exercise their right to make certain decisions related to the Company, receive reports from the Board of Commissioners and Directors regarding their performance, and question the Board regarding actions.

Data Presentation

The report of shares activity on the secondary market is carried out comprehensively in the form of tables, graphs, and diagrams to facilitate the understanding.

Stock Registration Activity Report (Monthly)

Stock prices fluctuate because of the demand and supply of these shares. Therefore, we provide stock activity reports every month.

Stock Register

A stock register is a detailed record of the shares issued by a corporation and any repurchases and transfers between shareholders.